UMRAH dan Republic Polytechnic Singapore Sukses Gelar Pengabdian Internasional Berbasis Keberlanjutan Selama Empat Hari

Bintan–Tanjungpinang, 11–14 September 2025 — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) bersama Republic Polytechnic Singapore berhasil menyelesaikan rangkaian International Community Engagement & Student Exchange Program yang berlangsung selama empat hari. Program bertema “Sustainability-based Education and Cultural Exchange” ini memadukan pendidikan, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pertukaran budaya internasional.

Ketua Jurusan Teknologi Industri Maritim, Deny Nusyirwan, S.T., M.Sc, yang juga sebagai panita kegiatan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian perguruan tinggi di level internasional. “Program ini bukan sekadar pertukaran akademik, tetapi sebuah momentum untuk memperluas wawasan global mahasiswa dan memperkuat sensitivitas keberlanjutan. Kolaborasi dengan Republic Polytechnic menunjukkan bahwa UMRAH siap berada di garis depan pendidikan maritim yang berkelas dunia,” ujarnya.

Hari Pertama: Pembukaan, Pertukaran Budaya, dan Konservasi Penyu

Kegiatan dimulai dengan penyambutan delegasi Republic Polytechnic di Lagoi sebelum menuju Kampus UMRAH Dompak untuk mengikuti Opening Ceremony. Acara ini membuka ruang dialog antara kedua institusi mengenai visi bersama dalam pendidikan dan keberlanjutan. Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti International Culture Exchange, sebuah forum yang mempertemukan mahasiswa dari kedua negara untuk berbagi nilai, tradisi, dan perspektif global.

Sore harinya, rombongan menuju kawasan Bayun Tree untuk melaksanakan Turtle Release. Kegiatan ini disertai edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta ancaman yang dihadapi populasi penyu. Aktivitas hari pertama ditutup dengan sesi refleksi dan interaksi informal antara peserta.

Hari Kedua: Pengabdian Masyarakat, Ecoprint, dan Firefly Tour

Hari kedua diarahkan pada rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Teluk Sebong. 

Di SD Teluk Sebong, mahasiswa UMRAH dan Republic Polytechnic berbagi pengetahuan melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan. Anak-anak diperkenalkan pada sains dasar, kreativitas, dan permainan edukasi berbasis teknologi dan lingkungan.

Setelah itu, peserta mengikuti workshop ecoprint dan mengunjungi industri pengolahan rajungan di Bintan Mangrove Lestari. Di sini, mereka mempelajari bagaimana bahan alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta bagaimana UMKM lokal mengolah komoditas pesisir menjadi produk bernilai tambah.

Pada malam hari, peserta menikmati Firefly Tour, sebuah perjalanan menyusuri kawasan mangrove yang memperlihatkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya konservasi mangrove sebagai benteng alami perlindungan pesisir.

Hari Ketiga: Studi Ekosistem Laut, Penanaman Lamun, dan Rehabilitasi Terumbu Karang

Hari ketiga berfokus pada konservasi lingkungan laut. Rombongan mengawali kegiatan dengan kunjungan ke Balai Benih Ikan untuk memahami teknik pembibitan ikan dan pengelolaan hatchery. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan industri perikanan berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta bersama Yayasan Lamun Warrior melaksanakan penanaman lamun (seagrass planting) dan mengunjungi kampung teripang. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai peran lamun sebagai habitat penting bagi biota laut serta hubungannya dengan kesehatan ekosistem perairan.

1

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan di Desa Pengudang dengan penanaman terumbu karang, tur mangrove, dan kunjungan ke galeri mini yang menampilkan biodiversitas pesisir. Interaksi langsung dengan komunitas lokal dan lingkungan memberi peserta wawasan mendalam tentang pentingnya upaya konservasi berbasis masyarakat.

Dalam refleksinya, salah satu dosen pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan hari ketiga memberikan pengalaman transformasional bagi mahasiswa. “Mereka tidak hanya belajar teori keberlanjutan, tetapi melihat dan menyentuh sendiri realitas ekosistem laut. Ini pendidikan yang paling bermakna,” ujarnya.

Hari Keempat: Friendly Games dan Evaluasi Program

Hari terakhir diisi dengan friendly games seperti bola basket, mini soccer, dan bola voli di Kampus UMRAH Dompak. 

Aktivitas ini mempererat hubungan sosial antara peserta UMRAH dan Republic Polytechnic. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi Programme Evaluation untuk mengevaluasi dampak kegiatan serta memetakan peluang kerja sama selanjutnya.

Program ditutup dengan makan siang bersama sebelum delegasi diantar menuju Bintan Telani Ferry Terminal untuk kembali ke Singapura.

Kolaborasi empat hari ini bukan hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan literasi lingkungan dan motivasi belajar anak-anak di Desa Teluk Sebong. Workshop ecoprint dan kunjungan industri memberikan wawasan bagi UMKM setempat mengenai kreativitas produk ramah lingkungan. Konservasi lamun dan terumbu karang berkontribusi pada pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Riau.

Deny Nusyirwan menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi fondasi bagi kerja sama internasional yang lebih luas. “Kami berharap program ini menjadi model kolaborasi yang terus berlanjut, tidak hanya dalam pengabdian tetapi juga penelitian, pertukaran mahasiswa, dan inovasi teknologi maritim,” ujarnya menutup pernyataan.

Melalui program ini, UMRAH kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan maritim yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga memberikan dampak meaningful bagi masyarakat, lingkungan, dan mitra internasional.