FTTK UMRAH Selenggarakan Kuliah Umum “Penerapan K3 pada Industri Offshore & Onshore”

Senggarang, 10 Oktober 2025 — Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Jurusan Teknik Industri Maritim (JTIM) menggelar kuliah umum bertema “Penerapan K3 pada Industri Offshore & Onshore”. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium FTTK UMRAH dan menjadi salah satu agenda akademik yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam industri migas dan kemaritiman.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FTTK UMRAH, Martateli Bettiza, S.Si., M.Sc, yang menekankan bahwa penerapan K3 merupakan aspek fundamental dalam dunia industri, terutama pada sektor yang memiliki risiko tinggi seperti pekerjaan offshore dan onshore.

“Industri migas dan kemaritiman menuntut standar keselamatan kerja yang sangat tinggi. Mahasiswa sebagai calon engineer harus memiliki pemahaman kuat mengenai K3, tidak hanya pada aspek teknis tetapi juga pada budaya keselamatan. Kuliah umum ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kompetensi tersebut,” ujar Dekan dalam sambutannya.

Kuliah umum menghadirkan Bapak Ismail sebagai narasumber, seorang praktisi yang memiliki pengalaman dalam sistem K3 dan operasional industri migas. Dalam pemaparannya, Ismail menjelaskan secara komprehensif mengenai:

  1. Karakteristik Kerja Offshore & Onshore

Beliau memaparkan perbedaan lingkungan kerja antara offshore (lepas pantai) dan onshore (daratan), termasuk kondisi ekstrem, tuntutan fisik, dan risiko kerja yang jauh lebih tinggi pada area lepas pantai.

  1. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

Ismail mengenalkan metode identifikasi bahaya seperti HAZID, HIRADC, serta teknik pengendalian risiko yang umum digunakan dalam industri migas. Penjelasan mengenai risk matrix dan analisis potensi kecelakaan turut menarik perhatian mahasiswa.

  1. Peran HSE (Health, Safety, Environment)

Dalam salah satu materi yang ditampilkan melalui slide presentasi, narasumber menekankan bahwa peran HSE bukan hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga membangun budaya keselamatan di seluruh lini operasional.

Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai peluang profesi seperti HSE Officer, Safety Inspector, Safety Engineer, hingga auditor K3. Narasumber menegaskan bahwa kompetensi K3 kini menjadi salah satu kualifikasi penting dalam proses rekrutmen industri migas dan kemaritiman.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari lingkungan Jurusan Teknik Industri Maritim. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, mahasiswa tampak antusias mengikuti penyampaian materi, mengajukan pertanyaan, serta aktif berdiskusi terutama terkait peran engineer dalam memastikan keselamatan saat bekerja di fasilitas migas.  Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, mencakup topik mulai dari prosedur darurat, standar APD, hingga bagaimana memulai karier sebagai HSE profesional.

Melalui kegiatan ini, JTIM FTTK UMRAH berharap mahasiswa mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai:

  • tantangan penerapan K3 di lingkungan kerja berisiko tinggi,
  • pentingnya analisis risiko dalam setiap proses operasional,
  • serta peluang karier yang dapat dikembangkan di sektor migas dan kemaritiman.

Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari komitmen FTTK UMRAH dalam membangun lulusan teknik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kompetensi tinggi terkait keselamatan kerja.