Kolaborasi Akademisi, Pemerintah, dan Masyarakat dalam FGD Aplikasi Ecozyme: Wujud Sinergi Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Batam, 30 Oktober 2025 — Dalam upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, telah diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Aplikasi Ecozyme di Hotel Radisson, Batam. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademisi, pemerintahan, dan masyarakat, dengan tujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemanfaatan sampah organik menjadi produk bermanfaat seperti ecoenzyme.

FGD ini diinisiasi sebagai bagian dari implementasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang digawangi oleh Politeknik Negeri Batam (Polibat), dengan dukungan aktif dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, serta Yayasan Ecoenzyme sebagai representasi masyarakat dan praktisi lingkungan.

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pengembangan aplikasi klasifikasi sampah organik, yang dirancang untuk membantu masyarakat dalam memilah jenis sampah yang berpotensi dijadikan ecoenzyme dan yang tidak sesuai untuk proses tersebut.
Dalam hal ini, kontribusi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjadi elemen kunci. Tim dari UMRAH, yang diwakili oleh Nurul Hayaty, dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman, berperan langsung dalam perancangan dan pengembangan algoritma klasifikasi sampah berbasis citra digital. Pendekatan ini memanfaatkan teknologi machine learning untuk membantu masyarakat mengenali jenis sampah secara otomatis melalui aplikasi digital yang sedang dikembangkan bersama tim Polibat.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Politeknik Negeri Batam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju integrasi antara inovasi teknologi, kebijakan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, pihak DLH Kota Batam memberikan apresiasi terhadap inisiatif kolaboratif ini karena sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik.

Menurut Nurul Hayaty, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata peran akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk permasalahan lingkungan di tingkat lokal. “Melalui aplikasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mengidentifikasi jenis sampah organik yang dapat diolah menjadi ecoenzyme. Harapannya, teknologi ini bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat lebih peduli dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Nurul.

Kegiatan FGD ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya rencana uji coba aplikasi di lapangan, pelatihan bagi masyarakat pengguna, serta penguatan kerja sama lintas institusi untuk mendukung keberlanjutan proyek. Ke depan, hasil dari diskusi dan penelitian ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat.